17 Juni 2022 - 01:18 WIB | Dibaca : 277 kali

Menteri Perdagangan Teranyar: Minyak Goreng Curah Akan Dikemas

Laporan :
Editor : Noviani Dwi Putri

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengatakan, saat ini bukanlah momen yang tepat untuk menghapus minyak goreng curah

SWARAID, JAKARTA: Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan berencana menghapus minyak goreng curah secara bertahap.

Alasan penghapusan minyak goreng curah tersebut karena dinilai kurang higienis.

“Kita jadi minta nanti secara bertahap tidak ada lagi curah karena kurang higienis. Ini yang sekarang kita kerjakan,” ujar Luhut.

Luhut akan melakukan percepatan ekspor minyak goreng dan bahan bakunya. Hal itu bertujuan agar tangki pengusaha kelapa sawit bisa segera kosong dan bisa menyerap kembali tandan buah segar sawit dari petani.

Luhut juga akan mengandalkan Simirah sebagai aplikasi yang mengawasi distribusi minyak goreng. Saat ini, proses perpindahan data atau migrasi dari Simirah 1.0 menuju 2.0 sedang berjalan. Kedepannya, pengembangan Simirah akan dilakukan seperti pengembangan aplikasi PeduliLindungi.

Kemudian pada kunjungannya ke Pasar Cibubur Jakarta Timur, Kamis (16/6/22), Menteri Perdagangan yang baru, Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan bahwa pihaknya tidak akan menghapus jenis minyak goreng curah dalam waktu dekat.

Namun minyak goreng curah akan dikemas secara sederhana untuk mempermudah distribusi.

Baca Juga :  Ini Kata Kadisdag Palembang Terkait Masih Banyak Pedagang Jual Minyak Mahal

Dikatakan Zulhas, saat ini bukan momen yang tepat untuk menghapus minyak goreng curah karena harga pangan sedang tinggi dan mestinya dilakukan secara bertahap.

“Hapus (minyak goreng) curah ini belum siap, nanti hancur lagi (kondisi ekonominya). Bertahap, kan gak bisa kerja satu hari kelar,” ujarnya.

Diterangkan, Kemendag saat ini tengah merumuskan struktur biaya pengemasan minyak goreng curah dengan kemasan sederhana.

Langkah ini merupakan inovasi Menteri Perdagangan teranyar dalam menangani tantangan distribusi minyak goreng curah.

“Cuma itu ongkosnya (pengemasan minyak goreng curah dengan kemasan sederhana senilai) Rp 500 per liter. Pedagangnya nggak mampu. Ini yang harus kami rumuskan,” katanya.

Selain strukur biaya, Zulhas juga akan mencari sumber pendanaan pengemasan tersebut. Dia menekankan harga minyak goreng curah tidak boleh lebih tinggi dari Rp 14.000 per liter atau Rp 15.500 per kilogram (Kg).

Oleh karena itu, Zulhas mengatakan, tidak akan menyerahkan biaya pengemasan kepada konsumen.

Akan tetapi, Zulhas juga berupaya untuk menyerahkan biaya pengemasan ke pengecer kecil di pasar.

Baca Juga :  Pasar Gratis Palembang, Hadir untuk Hadapi Kondisi Sosial

Zulhas  menilai, pengemasan sederhana minyak goreng curah akan memudahkan distribusi, menurnkan potensi susut karena bocor, dan meningkatkan kualitas karena dinilai lebih sehat.

Menurutnya, persiapan untuk mengemas minyak goreng curah dengan kemasan sederhana akan rampung selambatnya pada kuartal IV-2022.

 

Komentar