oleh

Memanas ! AHY – Moeldoko Saling Sindir

Oleh : | Editor : Noviani Dwi Putri
Dibaca :105 kali | Durasi baca : 2 Menit

SWARAID-JAKARTA, (02/02/2021): Punggawa Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengirim surat kepada Presiden terkait dugaan adanya upaya kudeta terhadap dirinya dari orang dalam istana. Putra sulung Presiden ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini dalam sebuah konferensi pers menyampaikan bahwa ada keterlibatan pejabat negara dalam upaya pengambilalihan paksa tampuk kepemimpinan partai Demokrat.

AHY menyebut ada 5 orang pelaku gerakan kudeta, yakni 1 orang kader Demokrat aktif, 1 orang kader yang enam tahun tidak aktif, 1 orang kader yang sembilan tahun lalu diberhentikan karena menjalani hukuman akibat tindak pidana korupsi, dan 1 orang kader yang telah hengkang tiga tahun lalu.

“Sedangkan yang non kader adalah seorang pejabat tinggi pemerintahan yang sekali lagi sedang kami minta konfirmasi kepada Presiden.” (Katadata.co.id)

AHY menjelaskan, bahwa dirinya menerima laporan atas gerakan tersebut dari seorang kader Demokrat yang pernah diajak untuk melakukan penggantian Ketua Umum dengan paksa lewat telepon maupun pertemuan langsung. Rencananya pelaku akan mengganti paksa AHY lewat Kongres Luar Biasa (KLB).

Baca Juga :  Kabar Duka, Syekh Ali Jaber Berpulang

Suami Annisa Pohan ini mengaku telah mencium gelagat ini sejak sebulan yang lalu, namun dirinya menganggap hal tersebut hanyalah dinamika internal partai politik pada umumnya, namun belakangan ada laporan bahwa ada keterlibatan dari pihak eksternal dan ia menduga itu dilakukan untuk menjadikan kendaraan bagi yang bersangkutan sebagai calon presiden dalam pemilu 2024.

AHY tidak menyebutkan siapa orang dalam istana tersebut, namun cuitan Andi Arief, Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Demokrat pada twitter pribadinya @Andiarief_  seakan menjawab rasa penasaran publik.

“Banyak yang bertanya siapa orang dekat Pak Jokowi yang mau mengambil alih kepemimpinan AHY di Demokrat, jawaban saya KSP Moeldoko. Kenapa AHY berkirim surat ke Pak Jokowi, karena saat mempersiapkan pengambilalihan menyatakan dapat restu Pak Jokowi.” Cuit Andi Arief.

Tanggapan Moeldoko

Setelah mencuatnya kabar yang menyeret namanya, Moeldoko langsung menggelar jumpa pers. Ia menegaskan bahwa Jokowi tidak tahu menahu soal dinamika Partai Demokrat,

“Poinnya yang pertama, jangan dikit-dikit istana. Dalam hal ini saya mengingatkan sekali lagi, jangan dikit-dikit istana dan jangan ganggu pak Jokowi dalam hal ini. Karena beliau dalam hal ini tidak tahu sama sekali, nggak tahu apa-apa dalam hal ini, dalam isu ini. Jadi itu urusan saya, Moeldoko ini, bukan selaku KSP,” katanya dalam keterangan pers secara virtual.

Baca Juga :  Pemeritah Akan Gratiskan Swab Antigen di Desa / Kelurahan

Mantan Panglima TNI itu mengungkapkan, dalam sejumlah kesempatan memang menemui kader Partai Demokrat. Ia mengaku tidak membatasi siapapun yang hendak bertemu dengannya.

“Secara bergelombang mereka datang berbondong-bondong, ya kita terima. Konteksnya apa saya juga nggak ngerti. Dari ngobrol-ngobrol itu biasanya saya awali dari pertanian karena saya memang suka pertanian,” ujar Moeldoko.

Memanas ! AHY - Moeldoko Saling SindirMoeldoko lebih lanjut menjelaskan, dalam pertemuan tersebut dirinya lebih banyak mendengarkan saja, ia menduga isu tersebut muncul lantaran foto-fotonya bersama kader Partai Demokrat,
“Berikutnya curhat tentang situasi yang dihadapi ya gue dengerin aja, gitu. Berikutnya ya udah dengerin aja. Saya sih sebetulnya prihatin melihat situasi itu karena saya juga bagian yang mencintai Demokrat,” lanjutnya.

Moeldoko kemudian menyarankan agar AHY kuat dan tak mudah terbawa perasaan,

“Ya kalau anak buahnya nggak boleh pergi ke mana-mana ya diborgol aja kali. Berikutnya kalau ada istilah kudeta ya kudeta itu dari dalam, masa kudeta dari luar. Itu saja kira-kira penjelasan dari saya teman-teman sekalian,” ujar Moeldoko. (CNBCIndonesia)

Komentar

Berita Lainya