Swara.id. Paembang (13/08) kurang lebih 70 an mahasiswa dari Universitas PGRI Palembang mengadakan unjuk rasa di halaman gedung Rektorat Universitas PGRI Palembang. mahasiswa menuntut pihak rektorat untuk memberikan keringanan biaya kuliah berupa pemotongan uang kuliah tunggal 50 %.
Nur Mumahad habibilah Presiden mahasiswa Universitas PGRI palembang mengadatakan bahwa ” Di tengah pandemi ini mahasiswa cukup terbebani kalau harus membayar uang kuliah tunggal secara penuh, kondisi orang tua kami juga dalam kesulitan karena selama masa pandemi perekonomian tidak bergerak. maka kami meminta kepada pihak kampus untuk memberikan pemotongan biaya UKT sebesar 50 persen” terang Nur Muhammad
Aksi massa yang menyita banyak perhatian mahasiswa ini, juga melibatkan unit unit kegiatan di mahasiswa di kampus PGRI.dalam orasi nya Medi Susanto koordinator aksi mengatakan ” Bahwa mahasiswa akan terus melakukan tuntutan selama tuntutan mereka tidak di penuhi oleh pihak kampus, dan apabila tuntutan mereka tidak di penuhi maka mahasiswa akan datang lagi dengan menggalang massa mahasiswa lebih banyak lagi”. tegas Medi
Secara umum mahasiswa mengajukan 6 tuntutan terhadap pihak kampus. 1.. berikan pemotongan biaya kuliah mahasiswa sebesar 50 %. 2. penolakan terhadap KKL. 3 Perbaiki komunikasi dan informasi kampus. 4. perbaiki dan lengkapi fasilitas kampus. 5. peninjaun kembali perihal wisuda. 6. benahi permasalahan kuliah daring.
