SwaraID, Palembang (21/09/20) Kembali terjadi Kasus Pengeroyokan di Lorong Garuda I Kelurahan 9 Ulu Kecamatan Jakabaring Kota Palembang. Informasi yang dihimpun pengeroyokan tersebut terjadi hari Sabtu (19/9/2020) sekitar pukul 22.05 WIB.
Korban berinisial M (40) Dengan wajah masih diperban karena luka akibat pengeroyokan itu mendatangi Polrestabes Kota Palembang untuk melaporkan kasus pengeroyokan yang dilakukan pelaku berinisial DD serta 3 orang temannya tersebut.
“Awal mulanya saya menggadaikan handphone saya senilai 150 rb kepada pelaku lantaran pada saat itu saya sangat butuh uang, setelah dalam jangka waktu 7 hari saya langsung menebus handphone saya kepada pelaku”. Ujar korban berinisial M warga Jalan Panca Usaha Kelurahan 5 Ulu Kecamatan Jakabaring Kota Palembang.
“Lalu tiba-tiba saya dicegat oleh para pelaku di Tempat Kejadian Perkara (TKP) saat saya ingin pergi kerumah teman dan tanpa sebab para pelaku tiba-tiba mendatangi langsung mengeroyok saya menggunakan tangan kosong, saya juga tidak tahu apa masalahnya. Saya duga masih ada hubungannya pada saat saya menebus handphone saya waktu itu, tapi saya benar-benar tidak tahu apa masalahnya”. Jelasnya kembali.
Demikian korban hanya bisa pasrah pada saat para pelaku melakukan pengeroyokan tersebut.
“Saat kejadian untungnya ada warga sekitar yang menolong dan memisahkan kami sehingga saya kami langsung disuruh warga untuk pergi dari TKP. Jujur saya benar-benar tidak terima dikeroyok seperti itu, Saya mengalami luka dan saya berharap para pelaku dapat bertanggungjawab atas apa yang diperbuatnya. Harapan saya juga kepada pihak yang berwajib memberi tindakan tegas atau sanksi terhadap para pelaku. Pungkasnya.
Akibat dari pengeroyokan tersebut korban mengalami luka robek di pelipis mata kanan, luka memar di pipi kanan, mata kanan merah, sakit dipinggang kanan, dan sakit dikepala bagian belakang.
Dari laporan tersebut dibenarkan oleh Kepala SPKT Polrestabes Palembang AKP Heri.
“Laporan sudah diterima anggota piket SPKT Polrestabes Palembang, selanjutnya laporan korban diserahkan ke unit Reskrim Polrestabes Palembang untuk ditindak lanjuti.” Tutup Kepala SPKT Polrestabes Kota Palembang tersebut.
