24 September 2022 - 00:21 WIB | Dibaca : 790 kali

Kata Pengamat Soal Dampak Positif-Negatif Konversi LPG ke Kompor Listrik

Laporan : Riski
Editor : Noviani Dwi Putri

Konversi kompor LPG ke kompor induksi saya kira akan memberikan beberapa dampak ya, baik positif maupun negatif

SWARAID, JAKARTA: Pemerintah akan meng-konversi LPG ke kompor listrik induksi. Rencana ini menuai respon beragam dari berbagai kalangan.

Turut bicara, Pengamat dan Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan. Menurutnya, wacana ini dapat memberi dampak positif dan negatif.

“Konversi kompor LPG ke kompor induksi saya kira akan memberikan beberapa dampak ya, baik positif maupun negatif,” kata Mamit, Jumat (23/9/22).

Diterangkan Mamit, dampak positifnya ialah, mengurangi impor LPG. Yang mana saat ini 75 persen adalah impor.

Dengan menjadi importir maka Indonesia akan sangat bergantung kepada harga CP Aramco yang fluktiatif, maka beban subsidinya semakin meningkat, sehingga jika kompor induksi masif maka bisa mengurangi beban subsidi.

Kemudian, dengan kompor induksi juga, ketahanan energi Indonesia akan semakin kuat. Karena akan lebih mandiri di mana listrik Indonesia berasal dari batu bara yang jumlahnya cukup besar.

“Dengan kompor induksi bisa mengurangi kelebihan pasokan listrik yang saat ini sangat banyak dengan adanya peningkatan konsumsi listrik,” kata Mamit lagi.

Baca Juga :  Gelombang 47 Kartu Prakerja Terakhir Tahun Ini, Tahun Depan Masih Ada?

Sedangkan dampak negatifnya dari penggunaan kompor induksi yakni harus dibarengi dengan kompor lain. Karena jika pasokan listrik terganggu masyarakat tak bisa masak.

“Harga kompor induksi juga masih cukup mahal, dan watt-nya masih tinggi,” tutur Mamit.

Menurut Mamit, pada prinsipnya mekanisme konversi ini adalah memberikan jalur khusus hanya untuk kompor induksi di mana pemasangannya gratis.

Serta masyarakat mendapatkan kompor dan peralatannya secara gratis pula, jadi tidak maka bakal mengganggu penggunaan listrik yang lain.

Mamit juga memiliki catatan agar kompor induksi ini tidak memberatkan masyarakat di mana tarifnya harus tetap disubisidi.

“Selain itu, pemerintah harus memastikan bahwa dengan menggunakan kompor induksi ini akan jauh lebih menguntungkan bagi masyarakat dan juga pemerintah.”

Tahun ini pemerintah akan membagikan paket kompor listrikke 300.000 orang secara gratis. Pembangian paket kompor listrik ini merupakan pelaksanaan program konversi kompor listrik dari kompor yang menggunakan LPG 3 kilogram.

Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rida Mulyana menjelaskan, masyarakat yang menjadi target pemberian paket kompor listrik ini adalah mereka yang namanya masuk di dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Mereka juga sebelumnya harus memiliki listrik.

Baca Juga :  Tolak Kenaikan Upah Rp27 Ribu, Serikat Buruh Sriwijaya: Tidak Manusiawi !!

Rida menyebutkan, harga paket kompor listrik itu sekitar Rp1,8 juta. Satu paket kompor listrik itu terdiri atas dua tungku, satu alat masak, dan satu miniature circuit breaker atau MCB. “Jadi satu rumah itu dikasih satu paket, kompornya sendiri, alat masaknya sendiri, dayanya (listrik) dinaikkin,” ujar Rida usai menghadiri Rapat Banggar di Kompleks Parlemen, Selasa (20/9/22).

Lebih jauh, Rida menyatakan harga paket kompor listrik itu dalam perkembangannya bisa saja berubah. Sebab ada usulan agar salah satu tungku dinaikkan dayanya, dari sebelumnya 800 VA menjadi 1.000 VA lebih.

Meski begitu, ia menyatakan belum bisa memastikan berapa perubahan daya listrik sebagai konsekuensi program konversi ke kompor listrik tersebut.

“Rp 1,8 juta itu rencana awal dengan dua tungku yang sama kapasitasnya,” tuturnya.

Rida pula mengatakan, saat ini program konversi tersebut masih dalam tahap uji coba.

“Ada juga usulan satu tungkunya diubah lebih gede. Nah, masih dikalkulasi berapa harganya. Seharusnya kan nggak Rp 1,8 juta lagi, pasti lebih naik,” ucap Rida.

Baca Juga :  Sejak Lebaran Pasokan Tidak Stabil, Gas 3 kg di Sungsang jadi Mahal

Komentar