18 Desember 2021 - 19:50 WIB | Dibaca : 1,119 kali

Jelang Nataru, BBPJN : Seluruh Ruas Jalan Nasional Sumsel Siap Dilintasi

Laporan : Diaz
Editor : Noviani Dwi Putri

SWARAID, PALEMBANG : Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), seluruh ruas jalan nasional di wilayah Sumsel siap dilalui. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumsel KGS Syaiful Anwar.

Syaiful Anwar mengatakan, sepanjang 1600 km jalan nasional di wilayah Sumsel dan 481 jembatan saat ini kondisinya 89,47 persen, siap dilintasi.

Selain itu, dalam memberikan kenyamanan bagi para pengendara, pihak BBPJN Sumsel juga telah menyelesaikan penanganan zero pot hole, preservasi jembatan, preservasi rekonstruksi dan rehabilitasi jalan, dan perawatan drainase.

Tak hanya itu, KGS Syaiful Anwar juga menjelaskan dalam kondisi musim hujan yang berlangsung saat ini, pada titik-titik rawan terjadi kecelakaan lalulintas, BBPJN Sumsel juga telah menyiapkan posko siaga sebanyak 20 titik yang tersebar di beberapa jalan nasional di Sumsel.

“Posko ini sebagai bentuk antisipasi terjadinya banjir dan longsor yang dapat berimbas pada kemantapan jalan. Posko dilengkapi petugas serta peralatan untuk menangani kondisi jalan manakala dibutuhkan dan sebagai antisipasi rawan bencana,” ujar Syaiful ketika diwawancarai, Sabtu (18/12/21).

Syaiful mengatakan, berdasarkan hasil monitoring dan pemetaan di jalan nasional oleh BBPJN Sumsel, terdapat 25 titik rawan longsor, 26 titik rawan macet dan 4 titik rawan banjir.

Dari seluruh posko yang disebar, disiagakan pula 97 alat DRU.

Dari 20 posko yang disiagakan juga menyiapkan alat berat seperti excavator, frader, dump truck, tronton, box culvert, jembatan bailey dan bronjong.

“Tentu juga ada petugas yang standby 24 jam di posko sehingga apabila terjadi masalah seperti longsor, alat dapat segera diturunkan sebagai penanganan darurat,” kata Syaiful.

Posko dan peralatan yang siaga itu tersebar di jalan lintas Timur (jalintim), jalan lintas tengah (jalinteng) dan jalan lintas penghubung dan dalam Kota Palembang.

“Pada intinya kita memastikan jalan nasional di provinsi itu tetap ditangani untuk menuju target kemantapan jalan,” tutupnya.