24 Oktober 2020 - 08:11 WIB | Dibaca : 1,327 kali

Ironi Manusia Boneka Lampu Merah

Laporan : Tim Swara
Editor : Noviani Dwi Putri

SWARAID – PALEMBANG, (23/10/20) : Meski telah ada sejak beberapa tahun yang lalu, namun belakangan kehadiran manusia boneka alias badut mulai memenuhi lagi tiap lampu merah wilayah kota Palembang.

Ketika tim SWARAID melakukan penelusuran, tampak badut boneka memakai atribut karakter kartun Winnie the Pooh dan Tom serial kartun “Tom and Jerry” sedang beristirahat di pinggir Jalan Angkatan 45, Palembang.

Ahmad Ismail (18) menceritakan betapa beratnya menjalani pekerjaan sebagai badut,

“Sebenernya penderitaan pekerjaan ini banyak mbak, contohnya suka ada mobil yang jahil sering nyenggol dan ngelindes kaki tapi gak seluruh mobil Mbak. Penghasilannya perhari paling besarnya 50 – 100 rb mba belum lagi modal untuk sewa baju juga ga murah perharinya bisa sampai 50 ribu. Kalo mau beli atributnya mahal  harga nya 1,5 juta. Waktu biasa saya mulai bekerja dari jam 8 pagi sampai jam 6 sore.” terang Ahmad 

Wawancara kami berlanjut kepada Rian (34) manusia boneka yang mengaku merupakan korban PHK dikarenakan dampak pandemi covid19. Dikarenakan kondisi yang memaksa akhirnya memutuskan untuk ikut menjadi badut dan sudah memasuki bulan ke delapan.

“Pekerjaan sebelumnya ikut pasang-pasang tenda mbak karena corona jadi diberentikan oleh pihak sana, saya tinggal nya di tanggo buntung ini satu kelompok sama badut-badut yang lain, minimal umur yang ikut itu badut dari 17 sampai ada yang 67 tahun mbak.” Gesah Rian.

Agar atraksinya menarik perhatian banyak orang, para manusia boneka ini memperlihatkan jogetan kecilnyanan lucu saat lampu merah sedang menyala. Sementara untuk urusan kostum dan kepala boneka mereka memutuskan menyewa walaupun terkadang mereka masih kesusahan untuk membayar sewa kostum tersebut.