24 September 2020 - 19:03 WIB | Dibaca : 1,402 kali

Indonesia Darurat Agraria ! Massa Aksi Kecewa Dengan Jawaban DPRD

Laporan : Surya
Editor : Muslim

SwaraID – Palembang, (24/09/20) : Gedung DPRD Provinsi Sumatera Selatan kembali kedatangan massa gabungan dari bebera organisasi petani dan mahasiswa lebih kurang 100 orang dalam memperingati Hari Tani Nasional yang ke 60 tahun.

Hari Tani Nasional adalah melakukan reforma agraria sesuai UUPA 1960, maka menjadi sangat wajar hari ini selalu ditanggapi dengan aksi dari berbagai elemen terutama organisasi petani dan mahasiswa.

Kasubag Aspirasi Pelayanan Masyarakat DPRD Selvia Riana hanya menjawab singkat dari seluruh statement dan tuntutan organisasi tani dan mahasiswa. Ada sekitar 10 orang kurang lebih dari berbagai elemen yang orasi saat di depan Gedung DPRD Provinsi Sumatera Selatan.

“Untuk adik-adik dan seluruh massa aksi yang hadir pada hari ini, mohon maaf sebelumnya untuk statement dan tuntutan nya sudah saya catat. Nanti akan saya sampaikan seluruhnya kepada pimpinan, karena disini kami ada prosedur dan SOP. Jadi saya meminta untuk semua elemen agar meninggalkan contact person kepada saya agar nanti beberapa hari kedepan bisa kami menjawab dan menginformasikan secepatnya. “Ungkap Kasubag Aspirasi Pelayanan Masyarakat DPRD tersebut.

Lalu salah satu tokoh mahasiswa dari Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya yaitu Deni Rizky (21) angkat bicara terhadap jawaban singkat oleh Kasubag Aspirasi DPRD Provinsi Sumatera Selatan itu.

“Saya jauh-jauh dari indralaya datang kesini dengan semangat juang dan hati nurani yang tulus demi menyuarakan hak petani terutama di daerah sumatera selatan. Saya juga mengapresiasi kepada petani betung juga jauh-jauh yang hadir pada aksi hari ini demi mendengar jawaban langsung dari perwakilan rakyat yang terhormat”.
Ujarnya.

“Miris melihat negeri ini yang katanya agraris tetapi menangis, kita disini bersama sama telah mengetahui bahwa saat ini di lahan-lahan pertanian selalu terjadi konflik agraria ujungnya bercorak kepada konflik kriminalitas terbunuhnya petani-petani yang memperjuangkan lahan mereka. Pungkasnya.

“Jujur saya sangat kecewa dengan jawaban perwakilan rakyat kita yang sangat singkat pada siang hari ini. Kasihan kepada beberapa para petani kita yang sudah jauh-jauh hadir kesini tetapi tidak menjawab tuntutan-tuntutannya. Tutupnya.