14 Januari 2021 - 19:36 WIB | Dibaca : 796 kali

Harga Kedelai Naik, Pedagang Tahu-Tempe Mogok Jualan

Laporan : Tim Swara
Editor : Noviani Dwi Putri

SWARAID-PALEMBANG, (14/01/2021): Harga kedelai yang terus meningkat membuat pedagang tempe memutuskan untuk mogok berjualan selama tiga hari, terhitung sejak tanggal 11 hingga 13 Januari, kemarin. Tim SWARAID mendatangi salah satu pengrajin tempe di Jalan Gotong Royong lll kelurahan Sukodadi Kecamatan Sukarami Palembang, Nurhasanah (40) menuturkan kepada kami,

“Para pedagang lakukan mogok kerja selama 3 hari dan hari ini sudah mulai menjual kembali dagangannya.”

Nurhasanah juga menambahkan harga kedelai yang terus meningkat membuat berkurangnya produksi tempe,

“Karena harga kedelai yang mahal jadi produksi tempenya juga dikurangi, harga normal kedelai saja 7.100, 7.200 naik 8.400 sekarang bisa mencapai 10.000, mau jual giamana lagi?,” keluhnya.

Nurhasanah berharap, semoga harga kedelai kembali normal agar produksi tahu dan tempe serta ketersediaan di pasar juga kembali normal,

“Saya berharap harga kedelai kembali normal dan pendagang jangan terlalu lama mogok jualannya biar tidak mempersulit masyarakat untuk mencari tempe dan tahu,” pungkasnya.

Senada dengan itu, salah satu ibu rumah tangga (IRT) Siti Dyana mengatakan agak sedikit kesusahan dalam mencari tempe dan tahu di pasar karena mogok kerja.

“Awalnya binggung kenapa tempat langganan saya tidak jualan ternyata sedang mogok kerja karena harga kedelai yang naik,” ujarnya.

Dyana juga berharap para pedagang tahu dan tempe dapat berjualan seperti biasa mengingat tahu dan tempe merupakan kebutuhan masyarakat,

“Peminat tempe dan tahu itu banyak walaupun harga naik pasti masih ada yang mau beli. Saya harap harga kedelai kembali turun biar pedagang tidak bingung cara menjual tempe dan tahunya karena harga yang terus meningkat,” pungkas Dyana.