10 Agustus 2022 - 20:47 WIB | Dibaca : 1,084 kali

Dinkes Banyuasin bersama Komunitas MSS Gelar Pelatihan dan Penyegaran Kader TBC

Laporan : Maulana
Editor : Noviani Dwi Putri

Pelatihan dan penyegaran kader TBC Banyuasin 2022 sendiri bertujuan untuk mendapatkan kader-kader atau relawan TBC yang profesional

SWARAID, BANYUASIN: Untuk menghasilkan kader-kader yang profesional guna dapat membantu penurunan angka capaian pasien TBC di Kabupaten Banyuasin, komunitas Masyarakat Sehat Sriwijaya Kabupaten Banyuasin bersama Dinas Kesehatan Banyuasin menggelar pelatihan penyegaran kader TBC di Auditorium Banyuasin, Rabu (10/8/22).

Kepala Dinas Kesehatan Banyuasin Dr. dr. Hj. Rini Pratiwi, M.Kes melalui Kasi P2PM Sulardi, SKM., M.Kes dalam sambutannya sangat mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih kepada segenap pengurus komunitas MSS Banyuasin atas kontribusi dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit TBC di kapubaten Banyuasin.

Dirinya pun mengungkapkan bahwa penyakit TBC masih menjadi masalah kesehatan masyarakat Banyuasin.

“Untuk diketahui, dari 17 kabupaten di Sumatera selatan, kabupaten kita ini untuk angka penemuan kasus TBC, itu terbesar nomor 2 setelah Kotamadya Palembang,” ujar Sulardi.

“Maka dari itu, kami berharap setelah pelatihan ini Bapak/Ibu kami harapkan bisa mendokrak daya ungkit, baik itu penemuan terduga suspect TBC, maupun yang positif TBC,” tambahnya.

Adapun Staff M.A.R Provinsi Sumatera Selatan Andriansyah, S.Pd., S.Km mengungkapkan kegiatan yang terselenggara ini merupakan pelatihan dan penyegaran kader TBC, baik kader lama maupun kader-kader yang baru.

“Untuk jadwalnya, kegiatan ini akan dilaksanakan selama 3 hari, dari Hari Rabu sampai Jumat,” kata Andri.

Andri menambahkan, kegiatan pelatihan dan penyegaran kader TBC Banyuasin 2022 sendiri bertujuan untuk mendapatkan kader-kader atau relawan TBC yang profesional, agar nantinya para kader dapat melakukan penanggulangan TBC di daerah asalnya masing-masing hingga dapat menurunkan angka TBC di Kabupaten Banyuasin.

Sementara itu, Koordinator Program MSS Banyuasin Diana Ahiria, S.Pd menjelaskan bahwa, sebanyak 30 peserta total keseluruhan yang mengikuti kegiatan pelatihan ini.

“Dari 30 peserta itu, kurang lebih ada 10 puskesmas yang kita ikut sertakan, ada puskesmas Betung, Suak Tape, Pengumbuk, Petaling, Pangkalan Balai, Sidomulyo, Semuntul, Sukajadi, dan Sembawa,” ungkap Diana.

Lanjut menambahkan, Diana menuturkan bahwa untuk program kegiatan ini sendiri, komunitas MSS (Masyarakat Sehat Sriwijaya  mendapat dukungan dari STPDI Pena Bulu dan Dinas Kesehatan, dan untuk anggaran kegiatan dibantu langsung oleh organisasi dunia yaitu Global Faund.