25 Juni 2021 - 23:56 WIB | Dibaca : 1,078 kali

Dinas Pendidikan Tetapkan 12 Juli Belajar Tatap Muka di Beberapa Sekolah Berikut

Laporan : Diaz
Editor : Noviani Dwi Putri

SWARAID-PALEMBANG, (25/06/2021): Dinas Pendidikan Kota Palembang telah memetakan 24 SMP dan 3 SD akan melakukan sekolah tatap muka pada 12 Juli mendatang. Sistem pembelajaran akan dibagi tiga shift dengan waktu belajar hanya 2 jam. Namun demikian, Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang Ahmad Zulinto mengatakan, tidak seluruh sekolah yang akan belajar tatap muka.

“Hanya yang memenuhi persyaratan protokol kesehatan. Setelah dimulai nantinya, pada Agustus proses tatap muka itu akan dievaluasi. Jika baik, maka jumlah sekolah akan ditambah. Namun kalau tidak baik terpaksa kembali Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau online,” ujar Zulinto, Jumat (25/6/2021).

Adapun sekolah-sekolah yang akan tatap muka, di antaranya, SMPN 17, SMPN 1, SMPN 9, SMPN 10, termasuk SMPN 25 yang lokasinya di pinggiran kota.

Zulinto mengatakan, sebelum pelaksanaan sekolah tatap muka, pada Juli minggu pertama pihaknya akan kroscek ke sekolah-sekolah yang rencananya akan buka. Sistem pembelajaran akan dibagi tiga shift dan berlangsung hanya dua jam agar tidak terjadi tabrakan jadwal masuk.

“Jadi nantinya ada dua sistem pembelajaran, dengan cara tatap muka dan PPJ,” kata Zulinto.

Namun, apakah bisa dipastikan 12 Juli bisa mulai, Zulinto mengatakan pihaknya akan berkoordinasi kembali dengan Walikota Palembang, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan pihak terkait lainnya.

“Dalam instruksi Menteri Pendidikan diharuskan tatap muka. Mau tidak mau, suka tidak suka. Namun, Palembang kondisi Covid-19 naik. Akan rapat lagi karena persiapan tatap muka sudah dilaksanakan, sudah sosialisasi dan sampaikan ke kepala sekolah soal prokes,” ujar Zulinto.

Dia mengatakan, vaksinasi untuk tenaga pendidik dan kependidikan sudah dilakukan 16 ribu orang pada tahap pertama. Tahap kedua ini sudah hampir 16 ribu, dan sudah hampir selesai. Zulinto memastikan akan selesai pada bulan Juli ini karena prosesnya sudah berjalan lama.

“Untuk desakan orang tua, ada yang minta buka dan ada yang tidak mau. Kita tetap memprioritaskan permintaan, jika tidak mau bisa PJJ, jika siap tatap muka bisa membuat pernyataan,” Tutup Zulinto.