SWARAID – PALEMBANG, (10/11/20) : Jadi korban hipnotis, seorang penjaga keamanan (satpam) salah satu sekolah swasta di Kota Palembang yakni RM (48) warga Bagus Kuning, Kecamatan Plaju, melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes pada Selasa (10/11/20) pukul 15.00 WIB.
RM melaporkan bahwa dirinya telah kehilangan sebuah handphone dan dompet karena di hipnotis oleh orang tidak dikenal (OTD) saat sedang berada di Halte bus Transmusi.
Dari keterangan korban bahwa kejadian hipnotis tersebut terjadi di Halte MONPERA (Transit K1/K3) tepatnya di jalan Palembang Darussalam, 19 Ilir, Bukit Kecil, Palembang saat sedang menunggu bus Transmusi sendirian pada Selasa (10/11/20) sekitar pukul 13.00 WIB.
“Awalnya itu saya sedang menunggu bus Transmusi di halte Monpera hendak pulang kerumah, tak lama memang ada seorang pria yang mendatangi saya menanyakan ‘jam berapa?’ saat itu kepada saya,” terang korbam kepada SWARAID.
RM menjelaskan, disaat pria yang mendatangi untuk bertanya jam berapa itu, tiba-tiba saja RM langsung mengikuti kata pelaku atau OTD tersebut dengan tanpa sadar.
“Saat itu saya memang tidak menggunakan jam tangan, jadi saat orang itu menanyakan jam berapa sontak saya mengeluarkan handphone untuk melihat jam berapa. Tapi setelah dari itu saya langsung tak sadarkan diri apa yang dilakukan oleh orang itu kepada saya.” sambung korban kembali.
Setelah 15 menit dari pelaku itu menanyakan jam, RM baru tersadar bahwa dia telah jadi korban hipnotis dan handphone dan dompetnya telah raib sementara si pelaku sudah menghilang entah kemana.
“Saya kaget setelah saya periksa handphone dan dompet saya hilang, kemudian langsung mencari orang yang tidak saya kenal itu di sekitaran halte, tapi tidak ada lagi batang hidungnya pak.” Jelas RM kembali kepada petugas piket SPKT Polrestabes.
Dari kejadian tersebut korban RM berharap agar pelaku tersebut segera tertangkap, karena dia sudah kehilangan sebuah handphone jenis VIVO dan dompet yang berisikan uang tunai 250 rb, kerugian diperkirakan sejumlah 2 juta lebih.
Menurut informasi dari korban, pelaku atau orang tidak dikenal tersebut seingatnya menggunakan masker warna putih, memakai topi, jaket kulit hitam, dan tinggi badan sekitar 170 CM.
Kasubbag Humas Polrestabes Palembang, AKP Irene membenarkan adanya laporan korban bernama berinisial RM yang diduga menjadi korban hipnotis oleh orang tidak dikenal (OTD) saat tengah berada di halte Monpera.
“Laporan korban sudah diterima anggota SPKT kita, selanjutnya laporan korban tersebut akan diselidiki dan ditindaklanjuti secepatnya oleh Unit Reskrim Polrestabes Palembang.” Tutup Irene
