16 Januari 2023 - 12:55 WIB | Dibaca : 1,865 kali

Diduga 100 Remaja Terlibat Tawuran di Jalan Demang Lebar Daun

Laporan : Diaz
Editor : Noviani Dwi Putri

SWARAID, PALEMBANG: Pasca insiden berdarah di Jalan Demang Lebar Daun, Kecamatan Ilir Barat 1 Palembang yang menewaskan seorang pemuda pada Minggu (15/1/23) dini hari kemarin, tiga orang terduga terlibat dalam pengeroyokan diamankan petugas.

Berdasarkan pengakuan dari salah satu tersangka, tawuran antar kelompok ini melibatkan lebih dari 50 pengendara sepeda motor, diduga seratus lebih remaja terlibat.

Tiga pelaku yang telah diamankan petugas Reskrim Polsek Ilir Barat 1 Palembang, yakni Reza (20) yang lebih dulu ditangkap pasca aksi tawuran tersebut.

Sementara dua tersangka lagi setelah petugas melakukan pengembangan berhasil menangkap Iqbal dan Diky pada Minggu (15/01/23) sore hari di lokasi berbeda.

Kapolsek Ilir Barat 1 Kompol Rian Suhendi melalui Kanit Reskrim Polsek Ilir Barat 1, Iptu Apriansyah membenarkan pihaknya telah menangkap tiga orang pemuda yang melakukan penganiayaan terhadap korban bernama Farel Anggara Putra.

Farel Anggara Putra sendiri dijelaskan merupakan warga Jalan Pangeran Ayin, Lorong Krawo, Kelurahan Kenten, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin,

“Alhamdulillah belum 1 x 12 jam setelah kejadian tiga pelaku kita tangkap,” kata Kanit Reskrim Iptu Apriansyah SH.

“Kami juga telah menerima laporan dari pihak keluarga, ” tambahnya.

Sementara jumlah remaja yang ikut lebih dari ratusan orang diungkap oleh Reza (21) yang mengaku tak mengenali seluruh remaja yang turut menganiaya terhadap korban Farel.

Reza sendiri mengaku hanya diajak saja saat melakukan penyerangan terhadap kelompok korban yang diduga mengendarai lebih dari 50 motor.

“Ada sekitar 50 motor lebih yang jalan dari seluruh kelompok, entah dari mano bae. Sementara kami sudah nunggu. Setelah mereka lewat kami saling serang dan sambil melempar percon. Itu yang viral kemarin Pak, ado yang merekam,” beber Reza.

Kelompok korban, menurut tersangka sempat melakukan sweeping bersama rombongan lainnya.

Reza mengaku hanya menendang dan menginjak korban yang sudah dalam kondisi terkapar dan telah alami luka bacok.

Budak nih gabungan Pak, hampir lebih 50 orang yang datang. Aku diajak tapi aku mundur saat perang petasan. Terus ado yang di depan maju terus aku melok maju. Disitu aku lihat korban sudah disikso, dibacok, sudah tekapar aku baru melok injak-injak paha,” beber tersangka Reza.

Di lubuk hati Reza, sempat terbesit tak tega melakukan penganiayaan terhadap korban yang sudah mengerang kesakitan.

“Sebenarnya aku lah sudah kasihan jingok korban yang sudah mintak ampun. Tidak tega lihat korban yang sudah dibacok Pak. Terus aku sempat kabur tapi langsung ditangkap polisi,” ujarnya.