12 Januari 2021 - 12:10 WIB | Dibaca : 1,011 kali

Dalam 6 Jam, Gunung Merapi Muntahkan 14 Kali Lava Pijar

Laporan : Tim Swara
Editor : Noviani Dwi Putri

SWARAID-SLEMAN, (12/01/21): Badan Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan (BPPTKG) menghimbau kepada para wisatawan untuk tidak mendekati kawasan Gunung Merapi, terlebih melakukan pendakian.

Demikian juga dengan kegiatan penambangan di alur-alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi. Hal tersebut disebabkan karena status Gunung Merapi saat ini telah ditetapkan pada level III atau Siaga, radius bahaya 5 Km dari puncak Gunung Merapi.

Pada pengamatan di hari Senin (11/01/21) BPPTKG mencatat terjadi tiga kali guguran lava dari Gunung Merapi dengan jarak luncur 600 meter ke arah Kali Krasak, dan pukul 00.00 WIB hingga pukul 06.00 WIB pagi ini tercatat 14 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur 600 meter ke arah hulu Kali Krasak.

Berdasarkan pantauan BPPTKG, tercatat 39 kali gempa guguran, 5 kali gempa embusan, 21 kali gempa hybrid, dan 1 kali gempa vulkanik.

Dikutip dari Antaranews, Kepala BPPTKG Hanik Humaida menjelaskan,

“Teramati guguran lava pijar 14 kali dengan jarak luncur maksimum 600 meter ke hulu Kali Krasak.”

Lebih lanjut Hanik menjelaskan secara pengamatan visual, asap berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 200 meter diatas puncak kawah. Cuaca di Merapi terpantau cerah berawan. Angin bertiup sedang ke arah timur dengan suhu 15-20 derajat celcius dengan kelembaban udara 73-90 %, tekanan udara 567-686 mmHg.