SWARAID – PALEMBANG, (22/10/20) : Cipayung Plus Kota Palembang yang terdiri dari KMHDI, LMND, PMII, HMI dan SEMMI bertolak ke Jakarta dari tanggal 20-21 Oktober 2020 untuk mengawal surat berisi tuntutan penolakan terhadap UU Omnibus Law / Cipta Kerja untuk diserahkan kepada Presiden melalui Kementerian Kesekretariatan Negara RI.
Ketika dikonfirmasi oleh reporter SWARAID Ketum HMI Pengurus Cabang (PC) Palembang Eko Hendriyono mengatakan,
“Kami dari Cipayung Plus Palembang bertolak ke Jakarta dalam rangka mengawal hasil perjuangan teman-teman beberapa minggu yang lalu saat melakukan aksi di Kantor Gubernur Sumatera Selatan. Setelah ini bukan berarti kami berhenti, perjuangan terus berlanjut. Saya pribadi akan terus mengawal sesuai komitmen awal jegal sampai gagal.” Ucap Eko.
“Perjuangan ini tentunya tidak sampai disini, perjuangan kami masih panjang penolakan terhadap UU Omnibus Law akan terus berlanjut hingga diterbitkan Perpu oleh Presiden untuk menggantikan nya. Kami Cipayung Plus akan terus mengawal ini, saya pribadi berharap gerakan ini semakin besar dan nyata untuk Jegal sampai batal tak tersisakan,” Jelas I Wayan Sugita, Ketua KMHDI Pengurus Cabang (PC) Palembang.
Dilanjutkan oleh Muhammad Eko Wahyudi selaku Ketua SEMMI Palembang juga menyampaikan hal senada,
“Kami dari Cipayung Plus Kota Palembang telah menyerahkan apa yang menjadi aspirasi kawan-kawan di Sumatera Selatan, tetapi perjuangan ini belum selesai. Kami akan tetap terus mengawal sampai selesai, kalaupun harus aksi lagi, saya Ketua SEMMI Palembang akan mengintruksikan kawan-kawan untuk aksi sampai tuntutan kami dipenuhi.” Jelaskan.
Selaku Ketua Pengurus Cabang (PC) PMII Palembang Ilham Ali Akbar ikut memberikan pernyataannya,
“Alhamdullilah kita masih diberikan nikmat kesehatan dan nikmat kesempatan untuk tetap mengawal tuntutan kawan-kawan Cipayung Plus Kota Palembang sampai ke Jakarta. Ini bukan akhir perjuangan, tetapi ini awal dari sebuah perjuangan kita.” Ujar Ilham.
Terakhir Amir Iskandar selaku Ketua LMND Kota Palembang menegaskan,
“Tak hanya itu, yang jelas ini salah satu cara yang coba untuk kami tempuh. Besar harapan surat yang kami bawa bisa dibaca oleh Bapak Presiden. Jika tidak terealisasi maka kami akan mengkonsolidasi massa yang lebih besar dan masif sampai tercapainya hal yang baik bersama.” Pungkas Amir.
