oleh
Topik :

BWF Minta Maaf, Gideon : Harus Diperjelas, Enggak Segampang Itu !

Oleh : | Editor : Noviani Dwi Putri
Dibaca :285 kali | Durasi baca : 2 Menit

SWARAID-JAKARTA, (23/03/21): Drama tim badminton Indonesia dipaksa mundur dari turnamen All England 2021 menyita reaksi dari berbagai kalangan. Tak ayal Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) mendapat serangan kecaman atas keputusan yang dinilai tak adil tersebut.

Sebagaiman diketahui, paksaan tim Indonesia untuk mundur dari All England 2021 di Birmingham, Inggris tersebut lantaran tim badminton Indonesia berada dalam satu pesawat dengan seorang yang terinfeksi Covid-19. Meski telah menjalani tes dan dinyatakan negatif, namun pihak BWF tetap memaksa agar tim Indonesia tidak diikut sertakan dalam gelaran turnamen dunia tersebut.

Pasca pulangnya tim skuad Indonesia ke Tanah Air, BWF pun melayangkan permohonan maaf resmi kepada Pemerintah Indonesia.

Surat permohonan maaf tersebut ditujukan kepada Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali. Dalam keterangan pers secara virtual, Zainudin menyampaikan isi surat tersebut (22/03/21). Sebagaimana yang dilansir dari okezone.com

Zainudin mengatakan bahwa permintaan maaf langsung datang dari Presiden BWF yakni Poul-Erik Hoyer Larsen. Namun, selain meminta maaf, Poul-Erik juga menyatakan bahwa insiden yang terjadi di All England 2021 telah memberi pelajaran berharga.

Baca Juga :  Webinar Peluncuran Program Santripreneur

Pria berpaspor Denmark itu berjanji agar situasi yang merugikan bagi Indonesia itu tidak akan terulang kembali di turnamen bulu tangkis internasional masa mendatang. Apalagi, situasi tersebut berkaitan dengan pandemi Covid-19, di mana semua negara memiliki aturan tersendiri yang perlu diperhatikan.

“BWF menyadari dan menyampaikan bahwa memang sekarang dalam pandemi Covid-19. Maka ke depan harus lebih untuk mempersiapkan diri,” ungkap Zainudin.

Dan kejadian di All England ini menjadi pelajaran sangat berharga, diusahakan atau harapannya tidak akan terulang lagi pada yang akan datang,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Zainudin merasa bahwa permintaan maaf resmi dari BWF tidak lepas dari adanya peran baik dari seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Sebab, sejak pemberitaan Indonesia dipaksa mundur dari All England 2021, berbagai pihak bekerja keras untuk menangani situasi tersebut.

“Tentu ini adalah hasil kerja sama pemerintah dan federasi dalam hal ini PBSI, melalui jalurnya masing-masing, kepada NOC Indonesia dan juga dukungan masyarakat, baik secara masyarakat secara umum atau pun stakeholder bulu tangkis Indonesia,” sambungnya.

Baca Juga :  Dalam 6 Jam, Gunung Merapi Muntahkan 14 Kali Lava Pijar

Dikutip dari sumber yang sama, permohonan maaf tersebut ditanggapi pemain ganda putra Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon. Menurutnya, tidak segampang itu BWF meminta maaf dan lantas persoalan dianggap selesai.

Pemain ganda putra peringkat satu dunia itu meminta kejelasan kepada BWF dan tidak lepas tangan begitu saja untuk menanggapi insiden di All England 2021. Sebab, ini menjadi pelajaran penting untuk BWF agar tidak mengulang kesalahan yang sama pada masa mendatang.

“Menurut saya sih harusnya masalah ini diperjelas. Kan kita pertandingannya juga sudah mulai sedikit, persiapan Olimpiade, takutnya nanti ada apa-apa di jalan BWF lepas tangan lagi tinggal kasih surat permintaan maaf saja beres,” ucap Marcus saat tiba di Indonesia, Senin (22/3/2021).

“Maksudnya biar ada pertanggungjawabannya gimana gitu, kemarin kan benar-benar terlihat banget ketidakadilannya, menurut saya, dan menurut teman-teman semua,” tambah pemain berusia 20 tahun tersebut.

“Jadi ya harus diperjelas dan enggak segampang itu tinggal bilang saya minta maaf, salah, sudah beres gitu,” tegasnya.

Baca Juga :  Sertifikat Elektronik Akan Menggantikan Sertifikat Buku Tanah

 

 

 

 

 

Komentar

Berita Lainya