Kabupaten Banyuasin menjadi satu-satunya Kabupaten di Pulau Sumatera dan di Provinsi Sumsel sebagai kabupaten dengan produksi padi tertinggi dan sekaligus memantapkan diri sebagai daerah lumbung pangan nasional
SWARAID, BANYUASIN: Bupati Banyuasin H Askolani mendapat penghargaan tingkat nasional bidang Pertanian. Dibawah kepemimpinan Askolani, program Petani Bangkit-nya dinilai berhasil meningkatkan kinerja pemerintah dibidang komoditas padi dan produksi padi.
Karena itu, Askolani diganjar penghargaan sebagai Kepala Daerah dengan Kinerja Pemerintah Daerah Terbaik pada komoditas padi tahun 2021 tingkat kabupaten dan sebagai Kepala Daerah dengan Capaian Produksi Padi Tertinggi Nasional dengan produksi 887.256 ton.
Dengan dua penghargaan tersebut, Kabupaten Banyuasin menjadi satu-satunya Kabupaten di Pulau Sumatera dan di Provinsi Sumsel sebagai kabupaten dengan produksi padi tertinggi dan sekaligus memantapkan diri sebagai daerah lumbung pangan nasional. Secara langsung penghargaan tersebut diserahkan oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.
“Terima Kasih kepada para Petani, para Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) di berbagai pelosok Kabupaten Banyuasin. Kerja keras kita membuahkan hasil yang membanggakan,” kata Bupati Banyuasin H Askolani, Minggu (14/8/22).
“Keberhasilan ini untuk rakyat Banyuasin khususnya para petani dan kiranya keberhasilan ini menjadi motivasi untuk semakin giat lagi dalam mengolah lahan-lahan pertanian di Kabupaten Banyuasin menjadi lahan yang produktif dan menghasilkan,” ujar Askolani menambahkan.
Melalui program Petani Bangkit, Bupati Askolani sampaikan bahwa produksi pertanian masih bisa di tingkatkan dengan membantu petani dengan tetap memberikan bantuan stimulus seperti benih, pupuk, alat mesin pertanian, asuransi pertanian dan dana KUR.
Dirinya juga menuturkan bahwa pihaknya telah membuat 12 gerakan bersama masyarakat diantaranya Gerakan Menaman Sayur (Gertas), Gerakan Masyarakat Ternak Unggas (Gemar Tugas), Gerakan Pengembangan Perikanan Fakyat (Gerbang Perak), Tanam Buah-buahan (Pulauan Bueh) dan Gerakan Ganam Tanaman Obat dan Rempah (Tobaru).
“Komitmen kita hasil produksi pertanian harus terus meningkat dan petani harus sejahtera. Maka kita mendorong Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Pertanian untuk terus memberikan perhatiannya berupa bantuan stimulus seperti benih, pupuk, alat mesin pertanian, asuransi pertanian, dan dana KUR,” harapnya.
“Dan dengan gerakan ini terbukti ampuh membangkitkan perekonomian masyarakat Banyuasin di tengah pandemi, dimana dari hasil BPS ekonomi Banyuasin naik dan angka kemiskinan turun walaupun hanya berapa persen. sedangkan daerah lain ekonominya banyak yang turun. Maka gerakan ini terus kita bumikan di tengah-tengah masyarakat melalui camat, kades dan organisasi kemasyarakatan lainnya,” tegas Askolani.
Dari pada itu, untuk ketegori Kepala Daerah Kinerja Pemerintah Daerah terbaik pada komoditas padi tahun 2021 tingkat Kabupaten secara nasional, Kabupaten Banyuasin mendapat poin 38,83 berada di posisi 4, sedangkan posisi pertama di dapat Kabupaten Kerawang, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Marauke dan diurutan ke lima ada Kabupaten Subang.
Sedangkan untuk capaian produksi padi tertinggi nasional, Banyuasin berada di nomor 4 nasional dengan total produksi 887.256 ton, nomor urut 1 Kabupaten Indramayu dengan produksi 1.319.624 ton, Kabupaten Kerawang 1.234.134 ton, Kabupaten Subang 959.456 ton dan urutan ke 5 Kabupaten Bone Sulawesi Selatan 808.284 ton. Sehingga Kabupaten Banyuasin menjadi satu-satunya Kabupaten di Pulau Sumatera dan di Provinsi Sumsel yang masuk 4 besar daerah penghasil beras terbesar di Indonesia.
Untuk diketahui pula, pada tahun 2019 lalu Banyuasin juga berhasil melesat menjadi daerah penghasil gabah terbesar nasional dengan produksi padi sebesar 905.846 ton GKG dan produksi beras sebesar 519.684 ton.
Sementara itu dalam arahannya, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengapresiasi semua pihak yang sudah berpartisipasi aktif dalam penanganan PMK, peningkatan produksi pertanian ditengah pendemi covid yang melanda dunia.
Namun, Mentan juga mengingatkan agar para peraih penghargaan tidak puas dengan keberhasilan yang telah dicapai.
“Saya rasa penghargaan ini menjadi cambuk untuk terus bekerja keras dan cepat puas. Penghargaan ini tidak membuat Kementan, Sekjen Kementan, Dirjen dan seluruhnya, Gubernur, dan kepala daerah dan yang mewakili untuk tidak sampai berbangga sampai di sini penghargaannya,” ujar Mentan.
Untuk itu ia meminta semua pihak diingatkan untuk tetap bekerja sebaik mungkin dan bisa mempertahankan penghargaan ini.
