22 Januari 2022 - 19:19 WIB | Dibaca : 1,336 kali

BKPRMI Akan Gelar Festival Anak Sholeh Nasional di Sumatera Selatan

Laporan : Agustina
Editor : Noviani Dwi Putri

SWARAID, PALEMBANG: Pengurus Badan Komunikasi Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sumsel akan mengadakan Festival Anak Sholeh Nasional dalam waktu dekat yang akan diselenggarakan di Sumsel.

Hal ini disampaikan langsung oleh Gubenur Herman Deru. Ia mengatakan, untuk saat ini Sumsel telah mempersiapkan diri menjadi tuan rumah dalam festival nasional mendatang.

“Kesepakatan yang dibicarakan hari ini mengenai ketetapan Sumsel yang terpilih menjadi tuan rumah untuk acara Festival Anak Sholeh Nasional yang ke-11,” ujarnya saat menghadiri rapat Pimpinan Nasional di Wisma Atlet Jakabaring.

Sementara itu, menurut Ketua DPW BKPRMI Sumsel, Firdaus menjelaskan mengenai jadwal pelaksanaan event nasional mendatang akan disesuaikan kesepakatan bersama dalam rapat lebih lanjut.

Ia juga menambahkan, untuk festival mendatang akan ada pertimbangan, apakah akan ditetapkan pada Maret 2022 nanti atau diundur 2 minggu setelah lebaran.

“Festival Anak Sholeh ini akan diadakan pada bulan Maret mendatang, namun masih harus melihat kondisi kita saat ini yang masih diserang oleh Covid-19,” katanya saat diwawancarai SWARAID, Sabtu (22/1/22).

Senada dengan itu, Ketua Indonesia Mengaji Komjen Pol (Purn) Syafrudin menyampaikan mengingat kegiatan ini merupakan agenda besar jadi perlu ditegaskan manfaat yang harus didapat setelah acara berakhir.

Mengingat kegiatan festival tersebut melibatkan pemuda masjid dan ustaz-ustaz muda dari berbagai wilayah di Indonesia yang diartikan penting untuk menyelaraskan pemahaman Al-Quran dan Agama Islam.

“Saat ini sebanyak 60 persen pada masyarakat yang belum fasih memahami Al-Quran, Iqro dan Agama Islam. Sehingga dengan begitu membuat semangat lagi dalam mempelajari Al-Qur’an dan mendekatankan diri pada Agama Islam,” katanya.

Tidak hanya itu, Ia juga menambahkan sangat penting untuk memperhatikan dalam meretas angka buta aksara Al-Quran pada Indonesia.

Dan juga meningkatkan pertumbuhan jumlah penggunaan hijab bagi muslimah juga turut diiperhatikan dalam meningkatkaan kesadaran muslimah dalam berhijab.

“Selain memperhatikan masyarakat dalam memahami Al-Qur’an kita juga perlu meningkatkan minat muslimah dalam menggunakan hijab serta ditambah dengan jumlah rumah tahfidz yang bisa dijangkau oleh masyarakat dalam memperoleh ilmu,” tegasnya.