SWARAID – PALEMBANG, (03/12/20): Setelah sebelumnya menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) bersama direksi PT Pertamina Persero dengan disaksikan langsung oleh Ketua koordinator regional II KPK RI Asep Rahmat Suwandha, hari ini kembali Pemerintah Kota Palembang melakukan penandatanganan kesepakatan penyerahan Prasarana, Sarana dan Utilitas (PSU) bersama tiga aliansi pengembang di Sumatera Selatan di ruang Parameswara Setda Kota Palembang.
Walikota Palembang Harnojoyo mengapresiasi kinerja dari pihak yang terkait, yang dalam hal ini terkhusus kepada koordinasi supervisi dan pencegahan (Korsupgah) wilayah II Sumsel KPK RI, dimana dalam kurun waktu satu setengah bulan dari hasil tindak lanjut penyerahan fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum) dari pengembang yang sudah berjalan.
“Saya kira sudah melebihi dari target kita tentukan. Jadi kami berharap tadi sudah sepakat baik pengembang maupun kita, tentunya untuk kedepan lebih bekerja secara maksimal sehingga pencapaian kita terkait dengan fasos dan fasum yang ada di kota Palembang ini jumlahnya kurang lebih sebanyak 1200 perumahan, jadi sekarang yang sudah menyerahkan ada sebanyak 122 rumah.” Ujar Harnojoyo.
Selain itu, Walikota dua periode ini juga mengharapkan pada 2021 penyerahan PSU ini dapat dirampungkan dengan harapan nantinya fasos dan fasum tersebut dapat dikelola dengan optimal oleh Pemerintah Kota Palembang.
Di lain sisi, Zewwy Salim Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Sumsel yang merupakan satu dari tiga aliansi yang turut menandatangani MoU tersebut mengatakan,
“Kami sangat antusias program yang sudah dibuat oleh Pemkot Palembang beserta KPK RI, yang mana penyerahan ini kami berharap ingin dari dulu dilaksanakan tetapi baru hari ini terlaksana. Kami sudah buktikan dengan komitmen pada hari ini dari 122 berkas penyerahan PSU, DPD REI Sumsel sudah menyerahkan 118 lokasi dari 38 developer,” ujar Zewwy salim.
Hingga saat ini Zewwy mengungkapkan, secara menyeluruh anggotanya berjumlah 300 lebih, 70% diantaranya merupakan pengembang di Kota Palembang. Namun demikian, secara optimal anggotanya belum melengkapi persyaratan penyerahan PSU yang disebabkan oleh waktu yang begitu singkat, yang bila dipersentasekan baru sekitar 15% dari keseluruhan.
“Hampir 15 persen, karena waktunya terlalu mepet tapi kita yakin asosiasi pengembang dari DPD REI Sumsel mempunyai itikad yang baik, serta memiliki komitmen yang kuat terhadap pembangunan, khususnya di kota Palembang.” Tandasnya.
Selanjutnya, Asep Rahmat Suwandha Korwil II Sumsel KPK RI mengungkapkan penargetan di awal pencapaian dalam jangka waktu sekarang ini hanya sekita 50 berkas, namun di luar ekspektasi dihitung hingga hari MoU ini setidaknya telah ada 122 berkas yang telah masuk, namun baru sekitar 54 berkas yang telah terverifikasi secara administratif, dimana akumulatif PSU nya Rp. 344.240.955.500,-
“Hari ini kami dapat laporan bukan lima puluh, tetapi sebanyak 122 pengembangan yang sudah terverifikasi dan siap menyerahkan. Jadi tinggal administratif saja yang penting semua sudah teridentifikasi dan sudah tau lokasinya dimana serta nilai-nilainya berapa,” ungkap Asep.
Asep menjabarkan bahwa jumlah pengembang di kota Palembang sebanyak 1200 lebih, artinya baru ada 10% yang melaporkan. Artinya bila seluruh pengembang telah menyerahkan PSU nya dapat diperkirakan triliunan rupiah nilainya.
“Dievaluasi dulu disitu harga per meternya berapa, karena ada proses verifikasi. Jadi, prosesnya begitu serah terima tandatangan itu sudah menjadi hak, tinggal diproses dan dicatat.”














Komentar