oleh

Berpotensi Penipuan dan Menyalahgunakan Data; Kominfo Blokir TikTok Cash

Oleh : | Editor : Noviani Dwi Putri
Dibaca :179 kali | Durasi baca : 2 Menit

SWARAID-JAKARTA, (13/02/2021): TikTok Cash ialah sebuah platform yang menawarkan sejumlah uang kepada pengguna setelah menonton video di aplikasi TikTok. Mereka mengklaim bahwa TikTok Cash menghubungkan pengguna dengan selebritas internet.

Namun melalui akun resmi instagram @tiktokofficialindonesia, Kamis (11/02/21) TikTok membantah hal tersebut,

“Situs web, mitra, dan aktivitas ini sama sekali tidak terafiliasi dengan kami.” Tulis akun tersebut.

Atas permintaan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) akhirnya resmi memblokir situs TikTok Cash (10/02/21) karena dianggap melakukan aktivitas digital yang melanggar peraturan. Sedangkan, akun media sosial TikTok Cash dalam proses pemblokiran.

Dilansir dari katadata.co.id, Staf Khusus Kominfo Bidang Digital dan Sumber Daya Manusia, Dedy Permadi menjelaskan,

“Alasannya, melakukan aktivitas yang melanggar undang-undang yakni transaksi elektronik ilegal atau tidak terdaftar.” Terangnya.

Peneliti keamanan siber dari Communication Information System Security Research Center (CISSReC) Pratama Persadha mengatakan, TikTok Cash merupakan penipuan. Modusnya mengiming-imingi calon korban dengan bonus setiap menonton video yang ada di aplikasi resmi TikTok, namun membayar member.

Baca Juga :  Sedang Lelap Tidur, Motor Dilarikan Anak Buah

Platform yang menawarkan keuntungan tinggi hanya dengan menonton video dan mencari anggota, lalu bisa mendapatkan komisi, itu sangat mencurigakan.” Kata Pratama.

TikTok Cash menawarkan beragam paket keanggotaan mulai dari Rp 89 ribu hingga Rp 49,9 juta.

“Pengguna yang ikut belakangan pasti dananya sulit untuk kembali. Apalagi sudah dinyatakan terlarang oleh OJK.” Tambah Pratama.

Spesialis Keamanan Teknologi Vacsincom Alfons Tanujaya mengatakan, selain penipuan, TikTok Cash berbahaya karena mengambil data pengguna. Data ini rentan disalahgunakan.

“Misalnya, nomor telepon dapat dipakai untuk scam.”

Pengguna TikTok Cash memang harus mendaftar terlebih dahulu, dengan cara memasukkan nomor ponsel dan alamat email.

“Apalagi jika korban ceroboh memberikan data kredensial dan penting lainnya. Ini bisa untuk mengambil alih akun (fintech, bank atau e-commerce).” Ujar Pratama. (Katadata.co.id)

Tahun lalu, aplikasi serupa juga muncul di China yaitu Zynn. Sama halnya dengan TikTok Cash, aplikasi tersebut membeyar pengguna untuk mendaftar, menonton video, dan meyakinkan orang lain untuk mengikutinya.

Baca Juga :  Mengaku Penasihat Spiritual di Istana Presiden, Nyaris Tipu Hingga 453 Juta Rupiah

Namun jika ingin mendapatkan uang itu, pengguna wajib menyerahkan beberapa informasi pribadi, seperti akun Google, Facebook, Twitter, atau nomor ponsel. (Kompas.com).

Di awal tahun ini, metode penipuan menggunakan nama perusahaan terkenal telah tiga kali terjadi. Selain TikTok Cash, sebelumnya ada Grab Toko dan Mi-co.id yang memakai nama Grab dan Xiaomi.

Kasus Grab Toko

Direktur Tindak Pidana Siber (Dirtipidsiber) Bareskrim Polri, Brigadir Jenderal Slamet Uliandi mengatakan modus yang digunakan Grab Toko adalah dengan menawarkan barang elektronik dengan harga murah, namun tidak mengirimkan barang tersebut ke konsumen.

“Hanya sembilan costumer yang menerima barang pesanan tersebut. Dan sembilan barang yang dikirimkan kepada costumer itu ternyata dibeli pelaku di ITC oleh pelaku dengan harga normal.” Jelas Slamet.

Tidak main-main, korban dari penipuan Grab Toko mencapai 980 orang dengan total kerugian mencapai Rp.17 miliar. (CNNIndonesia)

Kasus Mi-co.id

Situs Palsu ini mengiming-imingi pengunjungnya dengan menawarkan harga produk Xiaomi yang jauh lebih murah dibanding harga normal, ditambah dengan gratis ongkos kirim (ongkir) yang bisa bikin pengguna tergiur.

Baca Juga :  Setelah Sulawesi, Gempa Guncang Lampung Sore Tadi

Redmi Note 9 varian 6 GB/128 GB, misalnya dijual dengan harga Rp. 1.099.000. Padahal, di situs resmi harga aslinya Rp. 2.499.000.

Kemudian ada Poco X3 NFC 8 GB/128 GB yang dilego dengan harga Rp 2.299.000 jauh dari harga resmi yang dipatok di angka Rp.3.499.000. (tribunnews.com)

 

 

Komentar

Berita Lainya