SWARAID-PALEMBANG, (10/10/2021): Duka cita kembali menyelimuti keluarga Hadianto (46) dan Tumina (42). Setelah anak laki-lakinya Andrean Syahputra (23) mengalami kecelakaan kerja dan hingga kini masih harus bertarung dengan sakitnya tanpa ada bentuk pertanggungjawaban dari perusahaan tempatnya bekerja, yakni PT BMG yang berkantor pusat di Bengkulu. Keluarga ini harus kembali merasakan kesedihan.
Anti (22), Adik perempuan Andrean dikabarkan baru saja kehilangan buah hatinya yang masih dalam kandungan. Usia kandungan telah menginjak bulan ke tujuh dan merupakan kehamilan ke tiga Anti.
Musibah yang menimpa adik Andrean ini, dijelaskan disebabkan karena faktor kelelahan fisik dan psikis. Bagaimana tidak, berdasarkan info dari keluarga, kendati sedang berbadan dua, Anti selama ini cukup berperan aktif dalam merawat sang kakak. Terlebih kakak beradik ini sangat dekat dan Andrean juga belum berkeluarga.
Kepada SWARAID Tumina menceritakan kejadian yang menimpa anak perempuannya tersebut. Bermula pada pekan lalu, Anti mengeluh karena ada kejanggalan pada kandungannya. Anti tidak bisa merasakan gerakan bayi dalam kandungannya.
Anti merasa gelisah, karena setelah menunggu seharian, bayi tak kunjung menunjukkan pergerakan. Namun sang suami berusaha menenangkan Anti.
Merasa khawatir, akhirnya Tumina mengajak Anti untuk memeriksakan kandungannya ke Puskesmas (08/10/21). Namun ternyata tidak terdeteksi. Pihak Puskesmas pun kemudian merujuk Anti ke RS Ar-Rasyid.
Setelah menyampaikan hal tersebut kepada suami dan keluarga, keluarga suaminya menyarankan untuk melakukan USG 4D di salah satu klinik di daerah Kertapati.
Setelah melakukan USG 4D di klinik yang dimaksud, akhirnya dokter memastikan bahwa bayi dalam kandungan Anti sudah meninggal. Anti dan keluarga seketika begitu terpukul mendengar hasil pemeriksaan tersebut. Dijelaskan Tumina, anak perempuannya sempat mengalami shock.
“Pas dicek sama dokter, anak dalam kandungan itu sudah meninggal, karena tali ari-ari bayi kandungan Anti itu sudah putus,” terang Tumina.
Akhirnya untuk menyelamatkan nyawa sang ibu, Anti dibawa ke RSIA Hermina untuk mengeluarkan bayi yang telah meninggal dari kandungan Anti.
Ditemui SWARAID, Anti yang terbaring di rumah sakit terlihat begitu terpukul. Secara fisik, kondisi Anti terlihat begitu lemah dan masih tidak menyangka atas apa yang telah terjadi padanya.
Meski demikian, Anti masih memikirkan kondisi kakaknya. Anti merasa sedih karena tidak bisa merawat Andrean, tentu ibunya akan kerepotan karena kondisi Anti mengharuskannya untuk beristirahat total.
“Dengan musibah yang menimpa Andre, kakaknya sendiri, itu saja sudah cukup mengganggu mental kami. Ditambah sekarang, itu membuat sangat terpukul dan sempat drop juga Anti.” Tambah Tumina seraya menyeka airmata.
Anti sendiri belum berkenan diwawancarai karena masih benar-benar terpukul dan sedih. Bahkan, mata Anti terlihat sembab.
Kini, bukan hanya kesedihan yang menimpa keluarga Andrean, orang tuanya juga jadi semakin repot membagi waktu dalam mengurusi kedua anaknya yang sedang sakit.
Tumina pun kini dilanda kekhawatiran, kondisi yang sedang mereka hadapi dapat berpengaruh kepada kesehatan dirinya dan suami.
