Karena kita tidak ada anggarannya, apalagi untuk kebersihan, mau tidak mau kita memperkerjakan orang luar (orang kampung sini) dan kita bayar menggunakan uang hasil sokongan pribadi
SWARAID, BANYUASIN: Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Talang kelapa Kabupaten Banyuasin sejak didirikan tahun 2014, hingga kini belum ada rencana untuk dilakukan rehab gedung atau peremajaan.
Terlihat saat tim SWARAID berada dilokasi, beberapa bagian gedung telah banyak mengalami kerusakan.
Salah seorang Penyuluh Pertanian Desa Sungai Rengit Kecamatan Talang Kelapa, Hengky, SST mengungkapkan semenjak gedung balai penyuluhan pertanian ini berdiri, pihak pemerintah khususnya dinas terkait belum ada perhatian terhadap kondisi gedung tersebut.
“Sudah banyak plafon yang jebol, cet juga sudah pudar, beberapa bagian lantai ada yang rusak juga. Dari tahun 2014 berdiri sampai saat ini belum ada perehaban,” kata Hengky, kepada SWARAID, Jumat (7/10/22).
Tidak hanya itu, Hengky juga menuturkan bahwa kondisi sekarang ini tidak sebaik kondisi sebelumnya, ia menjelaskan dirinya dan beberapa penyuluh lainnya mau tak mau harus merogoh kocek pribadi untuk memenuhi sebagian kebutuhan kantor.
Peralatan ATK dan perlengkapan penunjang lainnya seperti spanduk serta banner saat ini dianggarkan dengan menggunakan dana pribadi masing-masing penyuluh yang dikumpulkan secara sokongan.
“Karena kita tidak ada anggarannya, apalagi untuk kebersihan, mau tidak mau kita memperkerjakan orang luar (orang kampung sini) dan kita bayar menggunakan uang hasil sokongan pribadi tadi untuk bertugas bersih-bersih di kantor, sebab kalau kami sebagai penyuluh ini sudah punya daerah tugasnya masing-masing jadi belum tentu setiap hari standby di kantor,” jelasnya.
Dari pada itu, Hengky maklum atas kondisi yang tengah dihadapi pemerintah Kab. Banyuasin saat ini, apa lagi semenjak wabah Covid-19 terjadi seluruh anggaran dipangkas dan dialihkan untuk penanggulangan Covid-19.
“Kalau dulu kami ini menerima uang makan berkisar 50 ribu untuk 2 kali pertemuan, dulu ada uang transport juga sebesar 100 ribu/bulan untuk jalan kelapangan, tapi semenjak pandemi semua ditiadakan,” ungkapnya.
Untuk itu, Hengky sangat mengharapkan pemerintah Kab. Banyuasin khususnya dinas terkait dapat memberikan sedikit perhatian untuk Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Talang Kelapa, mengingat kondisi gedung yang perlu diperbaiki dan beberapa kebutuhan kantor harus selalu terpenuhi guna mendukung kinerja BPP.
“Untuk kantor semoga segera ada perehaban karena kondisinya sekarang sudah seperti ini, kedepan untuk keperluan ATK, kebersihan, dan konsumsi agar bisa dianggarkan oleh pemerintah agar tidak lagi menggunakan dana pribadi, yang paling penting setelah pandemi ini reda kondisi kami di BPP bisa kembali pulih seperti semula,” tutupnya.
