Pembangunan kesehatan merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari pembangunan
SWARAID, BANYUASIN: Untuk mendukung Gerakan Eliminasi AIDS-Tuberculosis-Malaria Tahun 2023 yang dicanangkan perintah pusat, Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia (Adinkes) Banyuasin mengadakan Pertemuam Kesepakatan Dan Kerjasama CSR Beserta Baznas Dalam Pencegahan dan Pengendalian Penyakit AIDS-Tubercolosis-Malaria (PP-ATM) sebagai Upaya Meningkatkan Sumber Daya Manusia Banyuasin Yang Berdaya Saing Tinggi.
Acara yang berlangsung di Auditorium Pemkab Kabupaten Banyuasin sejak pukul 09.00 WIB, dihadiri oleh 97 peserta yang terdiri dari Forkopimda Kabupaten Banyuasin, OPD Banyuasin (Bappeda Litbang, Dinas Kesehatan, Dinas Pemerintahan Desa, Kominfo), Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel, Dinas Kesehatan Kabupaten Muba, Perusahan, Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Banyuasin, Kepala Puskesmas, Kepala Desa, dan Lurah.
Kepala Dinas Kesehatan Banyuasin Dr. dr. Hj. Rini Pratiwi, M.Kes dalam sambutannya mengatakan pembangunan kesehatan merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari pembangunan nasional karena kesehatan menyentuh seluruh aspek kehidupan manusia oleh karena itu pembangunan kesehatan sangat terkait dan dipengaruhi oleh aspek demografi kependudukan, keadaan dan ekonomi masyarakat, termasuk pedidikan serta keadaan dan perkembangan lingkungan fisik maupun geologi.
“Program pencegahan dan pengendalian ATM (Aids, Tuberculosis dan Malaria sebenarnya di Indonesia telah dilaksanakan oleh berbagai pihak sejak masa perang kemerdekaan, meskipun secara nasional baru terlaksana pada tahun 1969 dan dikoordinasi oleh departemen kesehatan,” kata Rini, Jumat (19/8/22).
“Sebagai ujung tombak untuk pengambil tindakan pertama perorangan di masyarakat dalam pencegahan dan penanggulangan ATM, kita ada Puskesmas,” sambungnya.
Dari pada itu, Rini menerangkan bahwa acara yang berlangsung pada hari ini utamanya akan melakukan kesepakatan antara 15 perusahaan dengan Pemerintah Kabupaten Banyuasin dalam upaya pencegahan dan pengendalian ATM di Kabupaten Banyuasin.
Dan juga Selanjutnya, penandatanganan nota kesepakatan antara Baznas Kabupaten Banyuasin dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuasin serta penyerahan bantuan program dari perusahaan kepada puskesmas Lokus ATM dan juga Penyerahan Bantuan Baznas Kabupaten Banyuasin kepada Desa Lokus ATM.
“Tujuan pertemuan ini yaitu untuk menyepakati peran perusahaan dalam program CSR dengan memberikan dukungan anggaran atau pendanaan, mengoptimalkan peran Baznas Kab. Banyuasin, menyepakati nota kesepakatan antara 15 perusahaan dengan Pemkab Banyuasin dan menyepakati nota kesepakatan antara Baznas dan Dinas Kesehatan guna mencegah dan menanggulangi Aids, Tuberculosis dan Malaria di Kabupaten Banyuasin,” jelas Rini.
Adapun perusahan-perusahan yang ikut dalam nota kesepatan tersebut, Rini menyebutkan 15 perusahan itu terdiri dari, Pt. Pertamina, Pt. Tirta Fresindo jaya, Pt. Medco, Pt. Dinamica Rimba Utama, Pt. Midori Cakil, Pt. Alam Perkasa Lestari, Pt. Batubara Bukit Asam, Pt. Sawit Mas Sejahterah, Pt. Tunas Baru Lampung, Pt. Agro Mitra Mas Lestari, Pt. Sutopo Lestari Jaya, Pt. Anugerah Jamsawit, Pt. Nipon Indosari dan Pt. Perta Samtan Migas.
Sementara itu, Adinkes pusat melalui Iskandar zulkarnain menyampaikan selamat atas kegiatan yang diselangarakan dalam rangka menandatangani nota kesepakatan bersama antara perusahaan dan pemerintah Kabupaten Banyuasin dalam upaya mencegah dan menanggulangi penyakit ATM di Kabupaten Banyusin.
“Tentunya dengan terlaksannya nota kesepakatan ini kami sangat menyambut baik dan senang, terlebih saat jni masih dalam suasana kemerdekaan dimana tema kemerdekaan kali ini adalah, ‘Tumbuh lebih cepat, Bangkit lebih kuat’, dan tentunya juga demi mendukung program pemerintah dalam memerangi penyakit infeksi sperti AIDS, Tuberculosis dan Malaria menjadi hal yang prioritas untuk diselesaikan secara bersama-sama,” kata Zulkarnain melalui via zoom meeting.
Namun dari pada itu Zulkarnain mengharapkan, dengan ditandatanganinya nota kesepakatan ini dapat menjadikan semangat baru untuk pemerintah dan seluruh perusahaan dalam membantu serta mendukung suksesnya program penanggulangan dan pencegahan penyakit AIDS, Tuberculosis dan Malaria di masyarakat, khususnya di Kabupaten Banyuasin.
